Rabu, 22 Februari 2017

Menjadi Hujan :)



Orang-orang dewasa itu aneh, mereka bilang menyukai hujan tapi selalu berlindung dibalik payung.
bahkan beberapa dari mereka memaki karena hujan membuat baju mereka basah.
mereka tidak  benar-benar menyukai, hanya mulutnya saja. tindakannya tidak !
mereka hanya mencari sensasi atau sedang menjual keromantisme, nyatanya mereka menyesali hujan yang tak kunjung reda. mendinginkan udara sekitar dan membuat jemurannya tak kunjung kering.
Sayang cintanya hanya sebatas kata, Sayang katanya hanya sebatas kalimat status dimedia sosial, hanya menjadi foto untuk mendukung keseduannya.
Kita tidak akan mengerti hujan, kecuali menjadi hujan itu sendiri.
Bagaimana bila sesekali kita mendengarkan kata orang bahwa mereka menyukai kita padahal dibelakang itu semua mereka tidak demikian.
Manusia banyak yang seperti itu, Manusia telah terlatih untuk berpura-pura dihadapan orang lain. Memanipulsi sikapnya dan kita akan belajar menjadi hujan, bahwa ia akan turun dan ia tidak peduli dengan banyak orang yang menyesali kehadirannya. 
Hujan akan tetap turun untuk ia membutuhkannya, untuk orang-orang yang merindukan kedatangannya. untuk tanaman dan hewan yang membutuhkannya. 
Tidak perlu menghabiskan pikiran dan hati kita untuk memikirkan orang-orang yang tidak menyukai kita. lebih baik kita curahkan hati dan  pikiran kita untuk orang-orang yang menghargai keberadaan kita, Untuk orang-orang yang mencintai kita dan mendukung kita, meski jumlahnya mungkin tidak banyak. Tapi itu akan membuat hidupmu jauh lebih bahagia dan kamu tidak perlu bersusah payah untuk membuat hidupmu bahagia, karena sungguh akan selalu ada orang yang tidak menyukaimu dan kamu tidak perlu memikirkan yang demikian. 
Hujan akan tetap turun meski ia dibenci, karena ia datang bukan untuk mereka, ia datang untuk orang-yang yang merindukan dan mencintainya.
Hidup kita seperti demikian
Hari ini aku akan menjadi hujan, biar aku jatuh dihatimu, dan kamu tidak bisa menghindarinya :)

Kamis, 15 Desember 2016

PATAH





Sorotan matamu terasa begitu tajam.
Seperti ingin menghujaniku dengan beribu pertanyaan.
Silahkan ! aku akan menjawabnya.
Namun sebelum itu, biarkan aku bertanya tentang satu hal padamu. Masikah kau menganggap ku penting ? dan masihkan namaku ada dihatimu ?
Bukankah kini hatimu telah bersemayam namanya ? Satu nama yang membuatmu melupakanku, Nama yang membuatmu pergi meninggalkanku.
Secepat itukah kamu melupakan ?. Melupakan tentang semua cerita antara kita.
Tanpa kau sadari, dengan kesusah payahanku. Aku telah  mencoba menata kembali susunan hatiku yang patah karenamu.
Hingga kini kamu datang untuk menghancurkannya lagi.
Pergilah !
Karena aku akan merasa lebih baik-baik saja tanpamu ! 

Kamis, 08 Desember 2016

Menunggumu Kembali







Selalu menunggu kamu yang bahkan tak pernah ada saat seseorang bertanya siapakah yang menjadi sandaran hatiku ?
Selalu menunggumu ketika mungkin kamu tak akan kembali lagi pada hari itu.
Berusaha mengisi waktu luangku dengan apapun yang bisa membuatku lupa tentangmu.
Agar aku tak punya sedetik pun waktu untuk memikirkanmu.
Ini Melelahkan !
Aku bukanlah perempuan yang pandai menceritakan hatiku kepada siapapun.
Kamu mungkin tak tahu, aku menyimpan rindu yang takkan mungkin bisa kau pahami.
Setiap hari aku menunggumu kembali.
Menunggu kau mempertanyakan perasaanku lagi.
Iya masih sama !
Aku masih saja terus memperhatikan media sosialmu.
Menimbang-nimbang apakah aku harus menyapamu terlebih dulu ?
Atau aku saja yang menunggu..